Copyright By www.safetytipsforfasting.blogspot.com. Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Dirjen: Pegawai Pajak Ditugaskan ke Papua, Dia Sial Dua Kali

Written By Unknown on Monday, September 24, 2012 | 3:00 AM

Jakarta - Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan Fuad Rahmany meminta agar DPR bisa menyetujui tunjangan pegawai pajak yang tidak memiliki rumah dinas. Apalagi kalau pegawai ditugaskan ke Papua, ibarat pegawai dapat sial dua kali.

"Pasalnya, selama ini kami banyak kekurangan rumah dinas, banyak pegawai yang dikirim ke daerah ada yang dapat rumah dinas, ada juga yang tidak dapat," kata Fuad dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR yang diadakan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/9/2012).

Artinya, kata Fuad, ada satu sisi pegawai yang dapat rumah dinas tidak mengeluarkan biaya untuk sewa rumah. Namun di sisi lain, ada pegawai merogoh kocek sendiri untuk sewa rumah.

"Ini kan tidak adil bagi pegawai kami yang tidak dapat rumah dinas, sementara tunjangannya tidak ada, kami harapkan nantinya ada tunjangan bagi pegawai kami yang tidak punya rumah dinas," ucap Fuad.

Apalagi, kata Fuad, di masyarakat bahkan di media jika Direktorat Pajak membangun rumah dinas baru, selalu dipersepsikan jelek sekali.

"Padahal kita memang butuh banyak rumah dinas bagi pegawai kami," katanya.

Diibaratkan Fuad, jika ada pegawai pajak ditugaskan ke Papua, Sorong, atau Jayapura, pegawai tersebut ibarat terkena sial dua kali.

"Misal, ada pegawai pajak kita tugasin ke Papua, Sorong, atau Jayapura. Dia seperti kena sial dua kali. Kenapa? Karena rumah dinas di sana minim, kalau mau sewa sulit carinya. Kalaupun ada mahal sekali sewanya. Sial keduanya kalau dia mau pulang ke keluarganya tiap bulan biaya transportasi naik pesawat pulang pergi habis Rp 10 juta, itu tinggi sekali. Tentunya kita harus pikirkan jalan keluarnya, seperti adanya tunjangan sewa tempat tinggal," papar Fuad.

Seperti diketahui, tahun depan anggaran Direktorat Jenderal Pajak diajukan sebesar Rp 5,2 triliun.

(rrd/dnl)


3:00 AM | 0 komentar | Read More

Direksi Baru Dirombak, Ehh...Bandara Soekarno-Hatta Mati Lampu

Jakarta - Jajaran direksi baru PT Angkasa Pura II (Persero) yang memperoleh 'kado' khusus hari ini. Apa 'kado' untuk direksi pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) itu?

Kado yang dimaksud adalah terminal 1 dan 2 Bandara Soetta mengalami mati listrik.

General Manager Terminal 1 Bandara Soetta, Syaiful Bahri mengaku gangguan listrik awalnya hanya berupa mati listrik sesaat (kedipan) namun pada pukul 15.08 wib listrik di terminal 1 dan 2 mati total.

"Awalnya jam 15.04, kami dapat kedipan lampu tapi normal tapi nggak mati itu hanya kedipan. 15.07 itu juga kedipan, nah pada 15.08 listrik terminal 1 dan 2 mati semua," katanya kepada detikFinance, Senin (24/9/2012).

Syaiful menjelaskan, padamnya listrik di terminal 1 dan 2 akibat gangguan pasokan listrik dari gardu PLN Kosambi. Namun, Ia mengaku operasional bandara tetap berjalan karena ada prioritas pasokan listrik.

"Sementara saya baru daaet semua alat produksi berjalan seperti alat produksi pemeriksaan pertama, pemeriksaan kedua, check in, bea cukai, perparkiran semua itu priority alat produksi," imbuhnya.

Padamnya listrik di terminal 1 dan 2 hanya menganggu fasilitas seperti lampu dan pendingin udara di bandara. Namun Ia masih belum bisa memastikan kapan listrik bisa kembali normal.

"Kami nunggu dari PLN kosambi,"pungkasnya.

(feb/hen)


3:00 AM | 0 komentar | Read More

Bandara Soetta Mati Lampu, Ini Penjelasan Dahlan Iskan

Jakarta - Saat ini, Bandara internasional Soekarno-Hatta mati lampu dan mengganggu penerbangan. Apa penjelasan Menteri BUMN Dahlan Iskan terkait hal ini?

"Info sementara ada kebakaran kampung di bawah SUTET (saluran udara tegangan ekstra tinggi) 150 KV sehingga putus di ruas Cengkareng-Duri Kosambi tower 7-8. Bandara dan sekitarnya padam," tegas Dahlan kepada detikFinance, Senin (24/9/2012).

"Saat ini tengah dalam proses pengiriman tegangan (backfeeding) di Lontar dilanjut ke Tangerang Baru, terus Bandara," lanjut Dahlan.

Sebelumnya, General Manager Terminal 1 Bandara Soetta Syaiful Bahri mengatakan, gangguan listrik awalnya hanya berupa mati listrik sesaat (kedipan) namun pada pukul 15.08 wib listrik di terminal 1 dan 2 mati total.

"Awalnya jam 15.04, kami dapat kedipan lampu tapi normal tapi nggak mati itu hanya kedipan. Lalu 15.07 itu juga kedipan, nah pada 15.08 listrik terminal 1 dan 2 mati semua," kata Syaiful.

Syaiful menjelaskan, padamnya listrik di terminal 1 dan 2 akibat gangguan pasokan listrik dari gardu PLN Kosambi. Namun, Ia mengaku operasional bandara tetap berjalan karena ada prioritas pasokan listrik.

"Sementara saya baru dapat semua alat produksi berjalan seperti alat produksi pemeriksaan pertama, pemeriksaan kedua, check in, bea cukai, perparkiran semua itu priority alat produksi," imbuhnya.

(dnl/hen)


3:00 AM | 0 komentar | Read More

Bursa Asia Jeblok, IHSG Loyo di 4.200

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 43 poin menutup awal pekan ini. IHSG terkena imbas dari jebloknya bursa-bursa Asia lain.

Pada perdagangan preopening pagi hari, IHSG turun 20,581 poin (0,48%) ke level 4.224,04. Sedangkan Indeks LQ45 turun 5,241 poin (0,72%) ke level 725,13.

IHSG dibuka melemah 23,3 poin (0,55%) ke level 4.221,321. Sementara indeks LQ45 dibuka turun 6,543 poin (0,9%) ke level 723,828.

Pada sesi I, bursa ditutup melemah 32,622 poin atau 0,77% ke 4211,999. Sementara indeks LQ 45 juga terihan jatuh ke 722,873 (1,03%) dari 730.371.

Menutup perdagangan, Senin (24/9/2012) IHSG melemah 43,707 poin atau 1,03% ke 4.200,914.

Pergerakan IHSG dipengaruhi bursa utama dunia yang masih dipicu spekulasi Uni Eropa akan memberikan bantuan lanjutan kepada Spanyol untuk mengurangi dampak krisis utang. Rilis data ekonomi negara AS, China, dan Jepang yang menunjukkan hasil yang negatif juga menahan pergerakan bursa dunia.

Sentimen positif dari dalam negeri nampaknya tak mempengaruhi bursa. Salah satunya, statement yang dilontarkan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida yang menegaskan ekonomi Indonesia masih baik. Mantan Ketua Bapepam LK ini bahkan mengatakan, pasar modal Indonesia juga hingga kini masih mengalami peningkatan dan yang Bursa dengan kenaikan tertinggi ke tiga setelah Singapura dan Hong Kong.

Sampai dengan penutupan sore ini, sebanyak 146.947 saham diperdagangkan dengan total volume 5,893 miliar dan total nilai Rp 3,99 triliun.

Bursa Asia juga masih memerah. Contohnya, Bursa Jepang Nikkei 225 yang anjlok akibat sentimen negatif perlambatan pertumbuhan ekonomi China yang mengakibatkan kinerja ekspor Jepang terganggu. Selain itu terjadi selisih pendapat di antara para pemimpin Eropa mengenai penanganan krisis utang.

Berikut situasi di bursa-bursa sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik 6,50 poin (0,32%) ke level 2.033,19.
  • Indeks Hang Seng jatuh 40,24 poin (0,19%) ke level 20.694,70.
  • Indeks Straits Times jatuh 5,66 poin (0,20%) ke level 3.072,30.
  • Indeks Nikkei 225 turun 40,71 (0,45%) ke level 9.069,29

Sementara, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini tercatat Rp 9.585 per dolar AS.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya PT ICTSI Jasa Prima (KARW) naik Rp 410 ke Rp 2.200, PT Tower Bersama (TBIG) naik Rp 325 ke Rp 4.400, Inovisi Infracom naik Rp 250 ke Rp 6.500, dan Indo Tambang Raya (ITMG) naik Rp 200 ke Rp 42.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain PT Merck (MERK) turun Rp 3000 ke Rp 149.000, United Tractors turun Rp 1000 ke Rp 21.350, Unilever (UNVR) turun Rp 900 ke Rp 25.750, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 650 ke Rp 46.600.

(dru/dnl)


3:00 AM | 0 komentar | Read More

Bumi Plc Temukan Indikasi Penyimpangan Dana, Saham Bumi Resources Anjlok

Jakarta - Perusahaan investasi yang tercatat di Bursa London, Bumi Plc menyatakan telah menemukan penyimpangan atas kinerja keuangan dan operasi anak usahanya di Indonesia, PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Atas kabar tersebut, saham BUMI di pasar modal Indonesia pun terkoreksi 160 poin menjadi Rp 680 per lembar jelang saat penutupan perdagangan, Senin (24/9/2012).

Bumi Plc dalam keterangan tertulisnya melalui Head of Group Communications and Investor Relations Nick von Schirnding menjelaskan, penyimpangan atas kinerja di anak usahanya telah diselidiki oleh penyidik independen. Bumi Plc yang memiliki 29% dari total saham BUMI juga telah melaporkan indikasi penyimpangan tersebut kepada Dewan Komisaris.

"Perusahaan juga telah menghubungi otoritas (pasar modal) di Inggris dan Indonesia," kata Bumi Plc.

Penyidik independen telah masuk pada dana pengembangan yang dikelola Bumi Resources dan satu pengembangan aset di PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU). Kedua pengembagan yang dilakuan tercatat mencatat nihil di Bumi Plc per 31 Desember 2011, kecuali nilai investasi bawaan US$ 39 juta.

Saham BUMI atas kabar ini pun langsung terkoreksi cukup dalam. Saham BUMI dibuka di Rp 800 per lembar saham atau turun dibanding penutupan akhir pekan lalu yang mencapai Rp 840 per lembar saham. Jelang penutupan sesi II perdagangan hari ini, BUMI setia di level Rp 690 atau turun 150 poin (17,68%) dari posisi sebelumnya. Akhirnya saham BUMI ditutup di 680 atau minus 19,05% atau turun 160 poin.

Saham Bumi Plc pun setali dua uang dengan BUMI. Saham perseroan kembali turun 64 poin (32,98%) menjadi 131,3.

(wep/dru)


3:00 AM | 0 komentar | Read More

PLN: Pasokan Listrik ke Bandara Soetta Diupayakan Normal 17.00 WIB

Jakarta - PT PLN (Persero) menyatakan mengupayakan pasokan listrik ke Bandara Soekarno-Hatta Tangerang bakal normal kembali pada pukul 17.00 WIB.

Kepala Humas PLN Pusat Bambang Dwiyanto mengatakan, pada pukul 15.05 WIB saluran udara tegangan tinggi (SUTT) Cengkareng-Duri Kosambi padam. Pemadaman terjadi karena ada kebakaran besar di dekat Duri Kosambi yang menyebabkan penghantar SUTT putus.

"Ini menyebabkan Bandara Soekarno Hatta dan sekitarnya padam. Saat ini sedang diupayakan penormalan dengan melakukan pengalihan beban dan diperkirakan sekitar pukul 17.00 WIB kondisi pasokan listrik ke bandara dan sekitarnya normal kembali," tegas Bambang kepada detikFinance, Senin (24/9/2012).

Sebelumnya, General Manager Terminal 1 Bandara Soetta Syaiful Bahri mengatakan, gangguan listrik awalnya hanya berupa mati listrik sesaat (kedipan) namun pada pukul 15.08 wib listrik di terminal 1 dan 2 mati total.

"Awalnya jam 15.04, kami dapat kedipan lampu tapi normal tapi nggak mati itu hanya kedipan. Lalu 15.07 itu juga kedipan, nah pada 15.08 listrik terminal 1 dan 2 mati semua," kata Syaiful.

Syaiful menjelaskan, padamnya listrik di terminal 1 dan 2 akibat gangguan pasokan listrik dari gardu PLN Kosambi. Namun, Ia mengaku operasional bandara tetap berjalan karena ada prioritas pasokan listrik.

"Sementara saya baru dapet semua alat produksi berjalan seperti alat produksi pemeriksaan pertama, pemeriksaan kedua, check in, bea cukai, perparkiran semua itu priority alat produksi," imbuhnya.

(dnl/hen)


3:00 AM | 0 komentar | Read More

Selesaikan Kasus Keuangan, OJK Bakal Gandeng Penyidik Kepolisian

Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad menyatakan dalam menangani kasus-kasus keuangan lembaga perbankan dan industri keuangan non bank, pihaknya membutuhkan penyidik. Salah satu penyidik yang dipastikan turut serta dalam membantu kinerja OJK adalah kepolisian.

"Menurut hukum perdata, penyidik itu cuma 2, yaitu PNS dan kepolisian," ujar Muliaman ketika ditemui dalam diskusi OJK di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (24/9/2012).

Selain kepolisian, Muliaman menyatakan penyidik dari Pegawai Negeri Sipil awalnya adalah penyidik dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK). Namun, dengan masuknya Bapepam LK ke dalam OJK yang merupakan lembaga independen, maka pihaknya tengah mencari cara untuk mengatasi status penyidik PNS ini.

"PNS dulu diwakili Bapepam, nanti karena PNS Bapepam bukan PNS lagi. Kita sedang memikirkan bagaimana untuk tetap memiliki penyidik PNS untuk membantu penyidik kepolisian," jelasnya.

"Oleh karena itu saya akan melakukan konsultasi dengan Kapolri untuk bagaimana ini bisa kita sepakati bersama-sama agar ada dukungan dari kepolisian supaya kita juga punya penyidik PNS di OJK," tambahnya.

Selain itu, Muliaman menyatakan OJK akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK). Melalui MoU tersebut, OJK akan bergabung dengan Bank Indonesia (BI), Kementrian Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

"OJK anggota dari FKSSK, OJK perlu cepat masuk dalam MoU ini, sejalan meningkatkan kapasitas, agar OJK punya SDM dan sistem pemantauan yang lebih bagus," tandas Muliaman.

(nia/dru)


3:00 AM | 0 komentar | Read More

Listrik PLN Padam, Bos AP II Kerahkan 8 Genset Untuk Bandara Soetta

Jakarta - PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta menegaskan bahwa proses layanan di bandara tetap berjalan normal meski mengalami gangguan pasokan listrik dari PLN. Pihak manajemen langsung mengaktifkan 8 genset yang digunakan sebagai cadangan listrik PLN.

"Bandara Soekarno Hatta ada 8 unit genset on, semua alat produksi normal dan proses keberangkatan dan kedatangan penumpang normal dan suplai PLN Pukul 16.06 WIB, kondisi terminal normal," tegas Direktur Utama AP II Tri Sunoko kepada detikFinance, Senin (24/9/2012)

Tri menjelaskan lampu mati di Bandara Soekarno-Hatta karena ada gangguan listrik PLN di saluran udara tegangan tinggi (SUTT) Kosambi Cengkareng. Gangguan tersebut tak langsung pada pemadaman listrik bandara sekitar pukul 15.09 lalu.

"Pukul 15.04 terjadi kedipan., 15.07 terjadi kedipan, 15.08 gangguan dari PLN Kosambi dan Bandara Soekarno Hatta padam listrik, 15.09 WIB," katanya.

Sementara itu PT PLN (Persero) menyatakan mengupayakan pasokan listrik ke Bandara Soekarno-Hatta Tangerang bakal normal kembali pada pukul 17.00 WIB.

Kepala Humas PLN Pusat Bambang Dwiyanto mengatakan, pada pukul 15.05 WIB saluran udara tegangan tinggi (SUTT) Cengkareng-Duri Kosambi padam. Pemadaman terjadi karena ada kebakaran besar di dekat Duri Kosambi yang menyebabkan penghantar SUTT putus.

"Ini menyebabkan Bandara Soekarno Hatta dan sekitarnya padam. Saat ini sedang diupayakan penormalan dengan melakukan pengalihan beban dan diperkirakan sekitar pukul 17.00 WIB kondisi pasokan listrik ke bandara dan sekitarnya normal kembali," tegas Bambang.

(hen/dnl)


3:00 AM | 0 komentar | Read More

Listrik PLN Padam, Bos AP II Kerahkan 8 Genset Untuk Bandara Soetta

Jakarta - PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta menegaskan bahwa proses layanan di bandara tetap berjalan normal meski mengalami gangguan pasokan listrik dari PLN. Pihak manajemen langsung mengaktifkan 8 genset yang digunakan sebagai cadangan listrik PLN.

"Bandara Soekarno Hatta ada 8 unit genset on, semua alat produksi normal dan proses keberangkatan dan kedatangan penumpang normal dan suplai PLN Pukul 16.06 WIB, kondisi terminal normal," tegas Direktur Utama AP II Tri Sunoko kepada detikFinance, Senin (24/9/2012)

Tri menjelaskan lampu mati di Bandara Soekarno-Hatta karena ada gangguan listrik PLN di saluran udara tegangan tinggi (SUTT) Kosambi Cengkareng. Gangguan tersebut tak langsung pada pemadaman listrik bandara sekitar pukul 15.09 lalu.

"Pukul 15.04 terjadi kedipan., 15.07 terjadi kedipan, 15.08 gangguan dari PLN Kosambi dan Bandara Soekarno Hatta padam listrik, 15.09 WIB," katanya.

Sementara itu PT PLN (Persero) menyatakan mengupayakan pasokan listrik ke Bandara Soekarno-Hatta Tangerang bakal normal kembali pada pukul 17.00 WIB.

Kepala Humas PLN Pusat Bambang Dwiyanto mengatakan, pada pukul 15.05 WIB saluran udara tegangan tinggi (SUTT) Cengkareng-Duri Kosambi padam. Pemadaman terjadi karena ada kebakaran besar di dekat Duri Kosambi yang menyebabkan penghantar SUTT putus.

"Ini menyebabkan Bandara Soekarno Hatta dan sekitarnya padam. Saat ini sedang diupayakan penormalan dengan melakukan pengalihan beban dan diperkirakan sekitar pukul 17.00 WIB kondisi pasokan listrik ke bandara dan sekitarnya normal kembali," tegas Bambang.

(hen/dnl)


3:00 AM | 0 komentar | Read More

Ini Dia Si 'Raja Tempe' dari Jepang

Written By Unknown on Sunday, September 23, 2012 | 3:00 AM

Jakarta - Tempe boleh jadi bukanlah makanan spesial di Indonesia. Namun, di Jepang, makanan ini dianggap sebagai cemilan spesial yang menyehatkan.

Seorang warga negara Indonesia, Rustono telah menjadi pengusaha tempe paling sukses di Jepang saat ini. Ia bisa dibilang sebagai perintis hadirnya tempe di negeri Matahari Terbit itu.

Dengan bermodalkan semangat yang kuat, pria asal Jawa Tengah ini telah sukses menjalarkan demam tempe di negara Jepang. Ide ini muncul saat Rustono tinggal di Jepang dan melihat lingkungan tempat tinggalnya tak terdapat makanan Indonesia.

"Saya melihat keadaan di sana banyak sekali makanan dari luar negeri, Korea China. Saya berpikir makanan indonesia apa kira kira yang dijual disini. Karena saya orang jawa, kepikiran ide tempe," ungkapnya saat acara diskusi tempe di Kementerian Koperasi dan UKM, Minggu (22/9/12).

Sampai saat ini, Rustono telah memiliki 1 pabrik tempe di negara tersebut. Tempenya kini telah tersebar di ratusan daerah di Jepang sendiri. "Sudah di 490 kota di Jepang," katanya.

Tak selalu berjalan mulus, Rustono pun acap kali mengalami kegagalan. Cuaca Jepang yang dingin dan persediaan air bersih yang sedikit menjadi salah satu faktor yang mempersulit Rustono memulai usahanya untuk membuat tempe.

"Awal saya buat gak jadi, buat lagi gak jadi, buat lagi gak jadi sampai 4 bulan berganti musim," katanya.

Dia menceritakan, resep awal tempe yang kini diproduksinya adalah dari ibundanya sendiri. "Saya pulang ke Indonesia 3 bulan untuk belajar bikin tempe. Setelah itu saya kembali ke Jepang, Saya nggak ada modal pinjem di bank juga nggak, Saya mulai dari tempat kontrakan kecil, dapur juga nggak ada," paparnya.

Mulai dari situlah Rustono melancarkan usahanya, uang dari hasil penjualan tempe, dia tabung untuk mengejar mimpinya memperbesar usaha ini. Sementara dia pun bekerja sebagai pegawai hotel.

"Uang untuk hidup, saya dari hotel itu, kalau uang dari tempe saya tabung buat beli kayu, beli perkakas untuk buat tempat bikin tempe, itu lama sekali skitar 4 tahunan," katanya.

Awalnya Rustono hanya menjual tempe ke orang-orang Indonesia di Jepang, sambil sesekali mencoba menjajakan tempe ke penduduk Jepang, namun selalu ditolak. Tak patah arang, dia terus mencoba nya dengan memperbesar jaringannya ke rumah makan-rumah makan, namun hasilnya nihil.

"Waktu itu ada wartawan lewat rumah saya lihat saya sedang membangun rumah. Dia melarang saya karena nggak boleh bangun (rumah) musim dingin, saya bangun aja. Dan akhirnya dia setiap hari lewat rumah lihat kegigihan saya dan akhirnya mau wawancara saya dan diangkat ke koran," katanya.

Akhirnya, para penduduk dan pengusaha restoran yang sempat menolaknya pun melihat kegigihan pria ini. Merekapun bergantian menghubungi dan memesan tempe buatan Rustono ini.

"Akhirnya ada restoran yang saya tawarkan (tempe) mereka menelepon ke saya. Mereka minta tempe. Di situlah perubahan hidup saya, dan saya bersyukur melewati masa masa sulit," sambungnya.

Rustono mengatakan, dengan usahanya ini, dia telah menggapai 16 impian terdahulunya. Salah satunya yaitu mengenalkan tempe ke dunia luas.

"Kalau omset saya nggak mau ngomong, tapi intinya saya sudah capai 16 impian saya lah, saya sudah bisa beli villa, beli tanah. Tak hanya materi, waktu saya dengan istri dan anak saya juga termasuk impian.

Saat ini Rustono telah memiliki 1 pabrik di Jepang dan beberapa kalangan sudah mengajaknya untuk berbisnis dan membuka pabrik baru di Jerman, Polandia, Korea, Perancis.

(zul/ang)


3:00 AM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger